Beberapa orang memang memilih buat beli mobil bekas. Selain harganya lebih ramah di kantong, pilihan mobilnya juga cukup banyak. Tapi di balik itu, ada satu hal penting yang sering dianggap sepele: mengecek keaslian dokumen kendaraan.
Beberapa pengamat otomotif menjelaskan bahwa tidak sedikit pembeli mobil bekas yang akhirnya tertipu karena kurang teliti memeriksa STNK dan BPKB. Padahal dua dokumen ini adalah bukti legal kendaraan. Kalau sampai palsu, urusannya bisa panjang.
Supaya lebih aman, ada beberapa hal simpel yang bisa diperhatikan sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
Cek Fisik STNKnya
Hal pertama yang bisa dicek adalah tampilan STNK. Dokumen asli biasanya punya kualitas kertas yang cukup tebal dan tidak terlihat seperti hasil cetakan biasa.
Beberapa petugas kepolisian pernah menjelaskan bahwa STNK asli memiliki hologram pengaman yang bisa terlihat ketika dokumen digerakkan atau terkena cahaya. Hologram ini sulit ditiru oleh dokumen palsu.
Selain itu, tulisan pada STNK biasanya terlihat jelas dan rapi. Jika warna terlihat pudar, tulisan kurang tajam, atau kertasnya terasa aneh, kondisi tersebut sebaiknya membuat pembeli lebih waspada.
Cek BPKB dengan Lebih Teliti
Selain STNK, BPKB juga wajib diperiksa. Dokumen ini bisa dibilang seperti “sertifikat” kendaraan, jadi keasliannya sangat penting.
Beberapa pihak berwenang pernah menjelaskan bahwa BPKB asli biasanya memiliki sampul dengan warna khas dan bahan yang cukup tebal. Di dalamnya juga terdapat nomor seri serta hologram pengaman.
Ciri lain yang sering disebutkan adalah kualitas cetakan yang rapi dan tidak mudah luntur. Jika BPKB terlihat seperti fotokopi atau cetakannya kurang jelas, hal tersebut bisa menjadi tanda yang perlu dicurigai.
Cocokkan Data Kendaraan
Langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mencocokkan data kendaraan dengan dokumen.
Biasanya informasi seperti nomor rangka, nomor mesin, warna mobil, dan nama pemilik harus sama dengan yang tercantum di STNK dan BPKB. Jika ada data yang berbeda, pembeli sebaiknya tidak langsung melakukan transaksi.
Beberapa ahli otomotif menyarankan agar calon pembeli mengecek langsung nomor rangka dan nomor mesin yang ada di mobil buat memastikan semuanya betul-betul sesuai.
Cek Status Kendaraan Jika Perlu
Kalau masih ragu, pembeli juga bisa melakukan pengecekan tambahan. Saat ini sudah banyak layanan cek kendaraan melalui Samsat atau aplikasi resmi yang bisa membantu mengetahui status kendaraan.
Lewat pengecekan ini, biasanya bisa diketahui apakah mobil tersebut memiliki masalah administrasi atau tidak.
Jangan Tergiur Harga Terlalu Murah
Hal terakhir yang sering diingatkan oleh para pengamat otomotif adalah soal harga. Jika ada mobil bekas yang dijual jauh lebih murah dari harga pasaran, pembeli sebaiknya tidak langsung tergiur.
Lebih baik luangkan waktu untuk mengecek kondisi mobil dan memastikan dokumennya benar-benar asli. Cara ini bisa membantu menghindari risiko penipuan.
Pada akhirnya, membeli mobil bekas memang bisa jadi pilihan cerdas. Tapi dengan syarat, pembeli tetap teliti dan memastikan STNK serta BPKB benar-benar asli sebelum transaksi dilakukan.