Rem mobil yang terasa kurang pakem atau seperti “masuk angin” memang bikin was-was. Biasanya ditandai dengan pedal rem yang terasa lebih dalam, lembek, atau butuh tekanan ekstra untuk menghentikan kendaraan. Hal semacam ini tentu gak bisa dianggap sepele.
Masalah ini umumnya terjadi karena ada udara yang masuk ke dalam sistem pengereman, khususnya pada saluran minyak rem. Akibatnya, tekanan yang seharusnya langsung tersalurkan jadi tidak maksimal, sehingga performa rem menurun.
Kabar baiknya, permasalahan ini masih dapat diatasi dengan cara yang tepat. Tapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati karena menyangkut keselamatan saat berkendara.
Tanda Rem Bermasalah
Sebelum masuk ke cara mengatasi, penting untuk tahu ciri-cirinya. Biasanya pedal rem terasa lebih empuk dari biasanya dan harus ditekan lebih dalam agar mobil bisa berhenti.
Selain itu, respon pengereman juga terasa lebih lambat. Dalam beberapa kasus, pedal bahkan bisa terasa “kosong” saat pertama kali diinjak.
Kalau kondisi ini dibiarkan, risiko kecelakaan bisa meningkat. Apalagi jika mesti melakukan pengereman secara mendadak.
Makanya, begitu ada tanda-tanda seperti ini, sebaiknya segera ditangani.
Lakukan Bleeding Rem
Cara paling umum untuk mengatasi rem yang “masuk angin” adalah dengan melakukan bleeding. Proses ini bertujuan untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam sistem rem.
Biasanya, proses ini dilakukan dengan membuka baut pada kaliper rem sambil memompa pedal rem secara perlahan. Udara dan minyak rem lama akan keluar bersamaan.
Setelah itu, sistem akan diisi kembali dengan minyak rem yang baru agar tekanan kembali normal.
Kalau belum berpengalaman, sebaiknya proses ini dilakukan di bengkel agar lebih aman dan hasilnya maksimal.
Cek Minyak Rem
Minyak rem yang berkurang juga bisa jadi penyebab utama masalah ini. Saat volumenya tidak cukup, udara lebih mudah masuk ke dalam sistem.
Karena itu, penting untuk rutin mengecek kondisi minyak rem di reservoir. Pastikan volumenya berada di batas yang dianjurkan.
Kalau terlihat kotor atau sudah lama tidak diganti, sebaiknya sekalian diganti dengan yang baru.
Gunakan minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi mobil agar sistem pengereman tetap optimal.
Periksa Kemungkinan Kebocoran
Selain udara, kebocoran pada sistem rem juga bisa memicu masalah serupa. Biasanya terjadi pada selang rem atau sambungan tertentu.
Kalau ada kebocoran, minyak rem bisa berkurang secara perlahan tanpa disadari. Ini yang akhirnya menyebabkan rem terasa tidak pakem.
Ciri lainnya bisa berupa adanya cairan di sekitar roda atau bagian bawah mobil.
Kalau sudah seperti ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel untuk memastikan semua komponen dalam kondisi aman.
Dengan penanganan yang tepat, masalah rem “masuk angin” bisa diatasi dengan baik. Jangan ditunda, karena rem adalah salah satu komponen paling vital untuk keselamatan di jalan.