Banyak pengguna Xiaomi, Redmi, maupun POCO yang penasaran kenapa hasil benchmark di HP mereka sering berubah-ubah. Padahal, perangkat yang digunakan sama dan tidak ada perubahan pada spesifikasinya.

Hal tersebut sebenarnya cukup wajar. HyperOS memiliki sistem yang secara otomatis mengatur performa, suhu, dan konsumsi daya agar ponsel tetap stabil saat digunakan dalam waktu lama. Karena itu, skor benchmark bisa berbeda di setiap pengujian.

Kalau ingin mendapatkan skor benchmark yang lebih tinggi dan stabil, ada beberapa pengaturan yang bisa kamu lakukan sebelum mulai menjalankan aplikasi benchmark.

Aktifkan Mode Performa

Salah satu cara paling mudah adalah mengaktifkan Mode Performa melalui menu Baterai. Mode ini membuat CPU dan GPU bekerja lebih maksimal sehingga performa perangkat bisa meningkat saat benchmark dijalankan.

Dengan mode ini, sistem tidak terlalu cepat menurunkan performa ketika beban kerja sedang tinggi. Hasilnya, skor benchmark biasanya menjadi lebih baik dibanding menggunakan mode normal.

Namun, penggunaan daya dan suhu perangkat juga akan meningkat. Karena itu, sebaiknya matikan kembali Mode Performa setelah proses benchmark selesai.

Manfaatkan Game Turbo

Walaupun awalnya dirancang untuk kebutuhan gaming, fitur Game Turbo juga dapat dimanfaatkan agar aplikasi benchmark berjalan lebih lancar dan memperoleh prioritas performa dari sistem.

Cukup tambahkan aplikasi benchmark ke daftar Game Turbo agar sistem memberikan prioritas sumber daya yang lebih besar. Cara ini membuat CPU dan GPU dapat bekerja lebih optimal selama proses pengujian.

Selain itu, tutup semua aplikasi yang berjalan di latar belakang sebelum memulai benchmark. Semakin sedikit aplikasi yang aktif, semakin banyak tenaga yang bisa difokuskan untuk aplikasi benchmark.

Pastikan juga kapasitas penyimpanan masih cukup lega agar sistem dapat bekerja lebih lancar.

Jaga Suhu HP Tetap Stabil

Suhu menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi hasil benchmark. Saat HP mulai terlalu panas, sistem akan otomatis menurunkan performa untuk melindungi komponen di dalamnya.

Sebaiknya mulai benchmark ketika kondisi HP masih dingin. Hindari menjalankan tes berkali-kali tanpa jeda karena suhu perangkat akan terus meningkat.

Kalau perlu, gunakan kipas pendingin atau cooling fan agar suhu tetap stabil selama proses benchmark berlangsung.

Semakin rendah suhu perangkat, semakin besar peluang CPU dan GPU mempertahankan performa maksimal hingga pengujian selesai.

Optimalkan Pengaturan HyperOS

Untuk perangkat dengan RAM 8 GB atau lebih besar, kamu bisa menonaktifkan fitur Memory Extension agar penggunaan RAM fisik menjadi lebih optimal saat benchmark.

Jika ingin hasil yang lebih konsisten, kamu juga dapat mengurangi proses yang berjalan di latar belakang melalui Opsi Pengembang. Cara ini membantu sistem lebih fokus menjalankan aplikasi benchmark.

Meski begitu, hindari mengubah pengaturan sistem secara berlebihan atau menonaktifkan layanan penting seperti Joyose jika tidak benar-benar memahaminya. Pengaturan tersebut berfungsi menjaga suhu dan stabilitas perangkat.

Dengan mengaktifkan Mode Performa, memanfaatkan Game Turbo, menjaga suhu tetap rendah, serta mengurangi beban aplikasi di latar belakang, skor benchmark HP Xiaomi, Redmi, maupun POCO biasanya akan lebih tinggi dan stabil saat diuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2026 WIKIACE - Cari Tutorial mu disini! - ZolaGroup Media