Hama sundep menjadi salah satu masalah yang paling sering dihadapi petani padi. Serangan hama ini biasanya muncul saat tanaman masih muda dan dapat membuat batang padi mengering hingga gagal tumbuh. Kalau tidak segera ditangani, hasil panen bisa menurun cukup banyak.
Banyak petani baru menyadari keberadaan sundep setelah daun bagian tengah mulai menguning dan mudah dicabut. Kondisi tersebut menjadi tanda bahwa larva sudah merusak bagian dalam batang padi.
Untungnya, hama sundep masih bisa dikendalikan jika penanganannya dilakukan sejak awal. Dengan langkah yang tepat, tanaman padi tetap dapat tumbuh sehat hingga masa panen tiba.
Kenali Ciri-Ciri Hama Sundep
Tanaman yang terserang sundep biasanya memiliki pucuk yang menguning lalu mengering. Daun bagian tengah terlihat layu dan mudah dicabut karena larva sudah memakan bagian dalam batang.
Serangan paling sering terjadi ketika padi masih berumur sekitar 2 hingga 6 minggu setelah tanam. Pada fase ini, tanaman masih cukup rentan terhadap serangan penggerek batang.
Kalau menemukan gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan di beberapa titik sawah untuk mengetahui tingkat penyebarannya.
Semakin cepat diketahui, semakin mudah pula proses pengendaliannya.
Jaga Sawah Tetap Bersih
Membersihkan gulma dan sisa tanaman menjadi salah satu cara sederhana untuk menekan perkembangan hama. Lingkungan sawah yang bersih membuat hama lebih sulit berkembang biak.
Pengaturan air dan tanam serempak bersama petani di sekitar lahan juga dapat membantu memutus siklus hidup penggerek batang.
Selain itu, hindari penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan karena dapat membuat tanaman lebih mudah diserang hama.
Perawatan rutin akan membuat kondisi tanaman tetap sehat dan lebih tahan terhadap serangan.
Gunakan Obat yang Tepat
Jika serangan sudah mulai meluas, petani dapat menggunakan insektisida yang memang direkomendasikan untuk mengendalikan penggerek batang padi penyebab sundep. Beberapa bahan aktif yang sering digunakan antara lain klorantraniliprol (chlorantraniliprole), fipronil, karbofuran (sesuai aturan yang masih berlaku di wilayah setempat), cartap hydrochloride, atau emamektin benzoat.
Pilih produk yang sudah memiliki izin edar dan selalu ikuti dosis serta petunjuk penggunaan pada label kemasan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat populasi hama mulai meningkat agar hasilnya lebih efektif.
Agar hama tidak mudah kebal, hindari menggunakan bahan aktif yang sama secara terus-menerus. Lakukan rotasi bahan aktif sesuai rekomendasi penyuluh pertanian atau petugas lapangan.
Kalau serangan masih ringan, penggunaan perangkap feromon dan pelestarian musuh alami juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menekan populasi hama.
Lakukan Pencegahan Sejak Awal
Mengatasi sundep akan lebih mudah jika dilakukan sejak gejala pertama muncul. Pemeriksaan tanaman secara rutin membuat petani bisa segera mengambil tindakan sebelum kerusakan semakin luas.
Gunakan benih berkualitas, lakukan pemupukan secara seimbang, dan rawat lahan dengan baik agar tanaman tumbuh lebih kuat menghadapi serangan hama.
Dengan perawatan yang tepat, pengendalian yang cepat, serta penggunaan insektisida sesuai anjuran, risiko serangan hama sundep dapat ditekan sehingga peluang mendapatkan hasil panen yang maksimal jadi lebih besar.